Beberapa Level Firmware Yang Sangat Umum Ditemukan
Firmware merupakan sebuah sistem dengan fungsi yang berbeda dari software. Sebuah firmware berguna untuk membantu mengoperasikan perangkat keras. Contohnya seperti Galaxy firmware untuk membantu perangkat Samsung Galaxy menjalankan instruksi. Kompleksitas fungsi firmware terbagi dalam beberapa level firmware yang sangat umum ditemukan.
Perbedaan level-level firmware ini juga ditentukan berdasarkan level perangkat yang dikenakan oleh pengguna. Level-level yang dimaksud adalah high level firmware, low level firmware, dan subsystems. Untuk mengetahui tentang ketiga level ini selengkapnya, simak ulasan di bawah ini sebagaimana yang disadur dari situs galaxyfirmware.com:
- High Level Firmware
Seperti yang terlihat namanya, salah satu level dari beberapa level firmware yang sangat umum ditemukan ini merupakan firmware tingkat tinggi. Firmware tingkat ini diperlukan untuk melakukan pembaruan atau update software. Meskipun demikian firmware level ini lebih dekat dengan software daripada hardware. Mengapa demikian?
Hal ini dikarenakan dalam praktik kegunaannya, firmware level ini digunakan dengan chip memori flash, seperti firmware untuk pembaruan perangkat lunak pada hp atau PC. Firmware level tinggi ini mempunyai serangkaian instruksi yang lebih kompleks dibandingkan dengan level firmware lainnya.
- Low Level Firmware
Berbeda dengan firmware level tinggi, firmware tingkat rendah ini tidak dapat ditulis ulang atau diperbarui. Firmware ini seringkali disebut sebagai elemen intrinsik pada perangkat keras atau hardware. Hal ini disebabkan oleh lokasi penyimpanan firmware yang berada di chip read-only.
Lokasi penyimpanan ini juga disebut sebagai chip memori non-volatile. Contoh chip memori non-volatile adalah seperti One-Time Programmable (OTP) atau PROM, ROM, dan pada struktur Programmable Logic Array (PLA).
Tempat penyimpanan dan sifat read-only nya membuat Low Level firmware sering disamakan seperti sebuah perangkat keras atau hardware. Ini dikarenakan Low Level firmware hampir tidak mempunyai fitur layaknya sebuah perangkat lunak.
- Subsystems
Selain kedua tingkat di atas, tingkatan lain dari firmware adalah Subsystems. Firmware level ini merupakan perangkat lunak yang berada di bagian unit semi-independen dari sebuah sistem besar. Subsystems mempunyai microcode yang terletak pada CPU, chip flash, dan unit LCD.
Firmware ini seringkali sulit dibedakan dengan High Level Firmware. Hal ini dikarenakan Subsystems mempunyai fungsi dan sifat yang mirip dengan firmware level tinggi. Firmware tingkat Subsystems juga dapat diperbarui sesuai dengan kebutuhan dari pengguna seperti perangkat lunak pada umumnya.
Lokasi Subsytems juga berada di memori flash layaknya High Level Firmware. Firmware Subsystems juga berguna untuk membantu keperluan update atau pembaruan perangkat lunak. Subsystems dapat dimodifikasi, diperbarui, maupun ditulis ulang.
Itulah beberapa level firmware yang sangat umum ditemukan di berbagai sistem perangkat keras. Selain memiliki perbedaan pada lokasi, perbedaan antar level ini juga dipengaruhi oleh fungsi dan fleksibilitasnya untuk diperbarui. Semoga ulasan ini bermanfaat dan dapat menambah ilmu!